Mengelola Emosional, dewasa dalam berpikir dan bertindak

Mengelola emosional

Mengelola emosional berarti seseorang belajar untuk mengontrol dan menguasai diri ketika dihadapkan dengan berbagai masalah dan persoalan. Seseorang yang dewasa secara emosional tentu dapat menempatkan diri dengan benar dalam berbagai situasi dan keadaan.

Mengontrol emosi dan mengendalikan diri memang tidak mudah, hal ini membutuhkan pembelajaran seumur hidup.

Sering kali kedewasaan secara umur tidak menjamin seseorang bisa mengelola dan mengontrol emosinya dengan baik.

Di dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemukan orang-orang yang cenderung memiliki emosional yang tidak terkontrol.

Tentu hal ini bisa berbahaya untuk diri sendiri dan juga orang lain. Sikap yang emosional ini sangat dipengaruhi oleh banyak hal, kenali penyebab Anda marah dengan baik.

Orang yang emosional biasanya dipengaruhi oleh karakter, pengalaman hidup, suasana batin, stres, hubungan keluarga dan juga pekerjaan.

Mengelola Emosional

Mengelola emosional dapatlah diartikan sebagai strategi dalam melakukan penguasaan diri. Di mana seseorang akan belajar untuk tetap tenang, sabar dan dapat mengambil keputusan atau solusi dengan benar ketika menghadapi masalah.

Ada orang yang marah karena memiliki alasan yang jelas, sehingga ia harus marah. Namun ada juga orang yang suka marah-marah, sehingga kedua hal ini haruslah dibedakan.

Marah yang terkontrol dan memiliki tujuan yang baik tentu diperbolehkan, tetapi marah yang semaunya sendiri tentu tidaklah dapat dibenarkan.

Apakah kalian pernah mengalami marah yang tidak terkontrol? Jika pernah maka belajarlah untuk mengelola emosi supaya tidak merugikan orang lain dan diri sendiri.

1. Mengelola emosi yang pertama: Ibadah dan berdoa

Tips mengelola emosional yang pertama adalah dengan rajin beribadah dan berdoa. Apabila sampai hari ini Anda jarang berdoa, maka mulailah untuk tekun berdoa.

Apapun agamamu, maka beribadah dan berdoalah karena hal ini dapat membuat seseorang menjadi bijaksana dan takut untuk melakukan kesalahan.

Keyakinan kepada Tuhan akan membuat mereka taat kepada ajaran agamanya, sehingga tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik.

Ketaatan kepada agama tentu akan menjadi kunci utama bagi seseorang untuk mengontrol dan mengendalikan diri.

2. Berpikir positif dan bersabar

Langkah kedua dalam mengelola emosional adalah selalu berpikir positif dan juga selalu bersabar.

Ini adalah langkah penting ketika menghadapi berbagai persoalan, supaya kalian mudah untuk dihasut atau pun di adu domba oleh oknum-oknum tertentu.

Untuk melakukan hal ini memang tidaklah mudah, karena pasti banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi.

Dalam kehidupan sehari-hari saja sering kali kita memilih untuk berpikir negatif dari pada berpikir positif.

Ingatlah bahwa berpikir positif dipengaruhi oleh karakter, kebiasaan, pengalaman dan ketaatan seseorang kepada agamanya.

Oleh sebab itu, mulailah untuk belajar dan membiasakan diri untuk selalu berpikir positif dan bersabar.

3. Membangun komunikasi

Membangun komunikasi yang baik sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik bersama dengan keluarga, dengan orang lain maupun ketika sedang bekerja.

Komunikasi yang baik dan efektif akan membantu mengelola perasaan dan pikiran seseorang agar bisa mengerti dan memahami keadaan orang lain.

Jika hal ini bisa dilakukan maka mereka akan memiliki kemampuan untuk memahami keadaan orang lain. Sehingga ketika menghadapi berbagai masalah, ia tidak akan emosional dan marah.

Meskipun membangun komunikasi ini sangat penting, namun tidak banyak orang yang memiliki kemampuan menerapkan hal ini.

Ketika terjadi masalah dan persoalan, sangat jarang orang yang menanyakan penyebabnya penyebabnya secara detail. Sering kali yang diutamakan adalah kekuatan fisik dan perasaan marah dan emosi.

4. Menyalurkan emosi di tempat yang tepat

Ketika tidak mampu untuk mengontrol kemarahan dan emosi maka ada baiknya untuk menyalurkannya di tempat yang tepat.

Apabila kalian sedang marah dengan pasangan, dengan tetangga atau pun orang lain maka janganlah melakukan tindakan kekerasan secara fisik.

Kekerasan secara psikis pun tidak dibenarkan, karena tindakan seperti ini melanggar hukum dan bisa dipidana.

Jika ingin memukul orang maka sebaiknya memukul benda mati saja, karena kalin tidak akan terkena pidana.

Misalnya dengan mengisi karung dengan tanah lalu memukul dan menendangnya sampai puas. Dengan demikian, emosional kalian akan tersalurkan di tempat yang tepat.

Jika kalian memiliki saran yang lebih baik maka juga diperbolehkan. Penting sekali untuk bisa mengendalikan diri supaya kita semakin dewasa dalam berpikir dan juga dalam mengambil tindakan.

5. Mengelola emosional yang terakhir: Melakukan relaksasi

Apabila mengalami kesulitan dalam mengatur dan menurunkan emosional maka ada baiknya untuk melakukan relaksasi.

Misalnya mendengarkan bacaan ayat-ayat Kitab Suci, mendengarkan lagi pujian, mendengarkan musik dan berdoa.

Ada banyak orang yang juga suka melakukan meditasi atau yoga untuk mengatur dan mengendalikan emosional. Namun sebaiknya tidak melakukan hal ini, lebih baik carilah ketenangan dengan beribadah, berdoa dan juga membaca Kitab Suci.

Dengan demikian stres dan beban akan menjadi berkurang, pikiran dan hati akan menjadi semakin tenang.

Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa maka kalian akan menjadi bijaksana, sehingga matang dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *