Pendidikan berbasis karakter: Membangun generasi emas, unggul dan berakhlak mulia

Pendidikan berbasis karakter

Pendidikan berbasis karakter adalah pendidikan yang menekankan kepada nilai-nilai moral, nilai etika, nilai spiritual dan nilai budi pekerti. Tujuan dari proses belajar mengajar di sekolah tidak lagi fokus kepada nilai akademik saja, melainkan juga fokus kepada pembentukan karakter dan nilai-nilai moral.

Mengingat bonus demografi menuju Indonesia emas pada tahun 2045, maka pendidikan di sekolah memiliki tanggung jawab besar. Pendidikan harus mampu membentuk dan menghasilkan lulusan yang unggul, memiliki karakter yang baik dan akhlak yang mulia.

Orang tua dan keluarga juga turut bertanggung dalam mempersiapkan, membentuk dan menjadi tempat pendidikan pertama di rumah.

Selanjutnya, sekolah akan melanjutkan dan melengkapi anak-anak dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai moral.

Apabila anak-anak di rumah mendapatkan pendidikan yang cukup baik, maka mereka akan dengan mudah mengikuti pendidikan di sekolah.

Namun jika orang tua gagal menjadi tempat pendidikan di rumah, maka pihak sekolah akan mengalami berbagai kendala dan kesulitan dalam mendidik mereka.

Oleh sebab itu, orang tua dan tenaga pendidik harus mempersiapkan, merencanakan dan menjalankan pendidikan tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Bagaimana dengan para orang tua saat ini, apakah mereka siap untuk mendidik anak-anak dengan penuh tanggung jawab? Artikel ini akan menguraikan betapa pentingnya pendidikan di rumah dan di sekolah untuk mewujudkan Indonesia emas.

Pendidikan berbasis karakter

Dalam pendidikan berbasis karakter, peserta didik diajarkan untuk memahami nilai-nilai moral, etika, nilai-nilai spiritual dan juga budi pekerti yang baik.

Mereka harus memahami makna yang terkandung di dalam nilai-nilai tersebut dan mempraktekkannya di dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Mereka juga diajarkan tenting prinsip-prinsip dan nilai dari kejujuran, kerja sama, kepemimpinan, kepedulian, kasih sayang, saling menghargai dan juga saling menghormati.

Diharapkan pembentukan dan penanaman nilai-nilai tersebut dapat menjadikan peserta didik menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia.

Mengapa hal ini sangat penting? Hal ini penting sekali karena banyak sekali kasus-kasus kenakalan anak remaja atau tidak pidana yang dilakukan oleh anak-anak yang masih di bawah umur.

Dari kasus-kasus ang terjadi, maka terlihat sekali bahwa ada persoalan dengan pendidikan sekarang ini. Mengapa kenakalan anak-anak remaja dan anak-anak di bawah umur sering terjadi? Hal inilah yang menjadi pertanyaan dan masalah sampai hari ini.

Di manakah peran orang tua dan para pendidik? Bukankah mereka yang membina dan mendidik anak-anak supaya memiliki karakter dan akhlak yang mulia?

Tentu pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi perenungan dan introfeksi diri bahwa kualitas pendidikan di negara kita masih banyak kekurangan.

Oleh karena itu, peran serta orang tua dan masyarakat sangat penting dalam membantu untuk mewujudkan generasi emas yang unggul dan berakhlak mulia di masa yang akan datang.

Dan untuk mewujudkannya diperlukan langkah-langkah konkret oleh pihak-pihak terkait, khususnya sekolah dan juga para orang tua di rumah.

1. Integrasi pendidikan berbasis karakter dengan kurikulum

Kurikulum adalah rencana pembelajaran yang dirancang untuk melaksanakan pendidikan secara formal. Dengan adanya kurikulum terintegrasi maka pembelajaran menjadi terarah, memiliki tujuan yang jelas dan dapat di evaluasi.

Kurikulum sendiri pada dasarnya terdiri dari berbagai elemen, seperti tujuan pembelajaran, materi pelajaran, metode, penilaian dan evaluasi.

Kurikulum juga memastikan bahwa peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan.

Untuk membentuk generasi emas pada tahun 2045, maka pihak sekolah harus mengintegrasikan pendidikan berbasis karakter ke dalam kurikulum di sekolah.

John Dewey pernah mengatakan bahwa kurikulum sebagai pengalaman hidup yang melibatkan siswa dengan lingkungannya. Oleh sebab itu, kurikulum harus sesuai dengan kehidupan siswa dan mendorong pembelajaran yang aktif dan kritis.

2. Menanamkan nilai-nilai moral dan etika

Menanamkan nilai-nilai moral dan etika adalah proses penting dalam mempersiapkan dan membentuk karakter yang esuai dengan nilai-nilai moral dan spiritual. Pertama-tama nilai-nilai ini ditanamkan pertama kali oleh orang tua dan keluarga di rumah.

Apabila orang tua berhasil dalam mendidik dan menanamkan nilai moral dan nilai etika sejak dini, maka mereka akan bertumbuh dengan sikap dan karakter yang baik.

Selanjutnya, pihak sekolah akan melanjutkan pendidikan tersebut. Di sekolah, para pendidik akan mengajar dan menanamkan nilai-nilai moral dan etika lebih lanjut.

Apabila kolaborasi ini berjalan dengan baik, tentu pendidikan karakter di sekolah akan berjalan dengan baik.

Namun pada faktanya tidaklah demikian, seringkali pendidikan karakter di rumah tidak berjalan dengan baik. Hal ini memungkinkan anak-anak yang masuk sekolah sudah memiliki bibit-bibit kenakalan.

Akibatnya, bibit-bibit itu terus bertumbuh seiring berjalannya waktu, sehingga menyebabkan berbagai kenakalan anak di sekolah.

Kenakalan-kenakalan yang tidak secepatnya diperbaiki tentu akan menimbulkan kenakalan-kenakalan yang lebih besar.

3. Menanamkan nilai-nilai spiritual

Keberhasilan dalam pendidikan karakter tentu sangat dipengaruhi oleh nilai-nlai spiritual pada diri anak tersebut.

Hal ini juga perlu adanya kolaborasi antara orang tua sebagai pendidik pertama di rumah dengan para pendidik dari pihak sekolah.

Penanaman nilai-nilai spiritual penting sekali, sehingga orang tua harus memulainya sejak dini. Apabila orang tua berhasil menanamkan nilai-nilai spiritual ini di rumah dengan baik, maka mereka akan bertumbuh dengan kepercayan dan keyakinan kepada Tuhan.

Mereka akan tumbuh dengan ketaatan dan bisa membedakan mana perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk. Pendidikan agama di sekolah sebagai kelanjutkan pendidikan agama di rumah.

Nilai-nilai spiritual ini akan membentuk karakter, sikap dan perilaku anak-anak. Akhlak dan perilaku mereka sangat ditentukan oleh nilai-nilai spiritual ini.

Keberhasilan orang tua di dalam menanamkan nilai-nilai spiritual akan memberikan pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pendidikan di sekolah.

4. Menanamkan kepedulian dan kasih sayang

Menanamkan kepedulian dan kasih sayang sejak dini sangatlah penting kepada anak-anak sejak dini, supaya mereka bertumbuh dengan memiliki nilai-nilai sosial.

Orang tua dan para pendidik dapat memberikan contoh dan teladan secara langsung, karena contoh secara langsung akan mudah dingat dan dilakukan oleh anak-anak.

Ajarkan mereka contoh-contoh perbuatan yang menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Contoh kecil misalnya dengan berbagi makanan atau menolong teman di sekolah.

Anak-anak harus dibiasakan untuk memilki kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama, supaya mereka bertumbuh dengan empati dan simpati.

Keteladanan orang tua dan pendidik di sekolah juga sangat berpangaruh dalam membentuk dan menumbuhkan rasa kepedulian dan kasih sayang pada diri anak-anak .

5. Menghormati keanekaragaman

Pendidikan berbasis karakter juga perlu untuk menanamkan sikap saling menghormati dan menghargai. Berikan pemahaman kepada anak-anak bahwa manusia itu memiliki banyak perbedaan, di mulai dari sifat, perilaku dan juga kebiasaan.

Perbedaan juga mencakup kepada keyakinan agama, suku dan budaya. Oleh karena itu, mereka harus memahami esensi dari perbedaan tersebut.

Apabila mereka mengerti dan memahami makna dan esensi dari perbedaan tersebut, maka mereka dapat hidup berdampingan dan saling menghormati. Mereka akan hidup berdampingan dan saling peduli meski berbeda suku, budaya dan agama.

Sikap saling menghargai dan menghormati ini sangat penting untuk mewujudkan Indonesia menjadi generasi emas, unggul dan berakhlak mulia.

Pendidikan berbasis karakter akan terus bekerja keras dan berusaha mewujudkan tujuan pendidikan tersebut. Semoga generasi bangsa Indonesia semakin hari semakin bagus, unggul dan berakhlak mulia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *