Kenakalan remaja, apakah orang tua gagal sebagai pendidik?

Kenakalan remaja

Kenakalan remaja ditandai dengan sikap mereka yang mulai berani melawan orang tua, melawan guru dan juga melanggar peraturan di sekolah. Mereka mulai terpengaruh dengan lingkungan sekitar dengan merokok, minum-minuman keras, mudah tersinggung dan ikut terlibat dalam berbagai perkelahian.

Usia peralihan dari remaja (antara 12-17 tahun) menuju kepada ke dewasa (18+ tahun) sering di tandai dengan pergolakan dan pencarian jati diri. Usia remaja adalah usia krusial di mana anak-anak ingin dihargai dan didengarkan layaknya seorang dewasa.

Mereka mulai terpengaruh dengan lingkungan sekitar, mulai berani membantah orang tua dan bahkan berani melanggar peraturan di sekolah.

Latar belakang pendidikan dan kurangnya pengalaman orang tua sering menjadi penyebab gagalnya orang tua dalam memahami situasi ini. Akibatnya, ada sebagian orang tua yang justru mendidik anak-anak mereka dengan kekerasaan.

Kekerasan inilah yang terkadang menjadi penyebab dan pemicu tumbuhnya kenakalan pada anak-anak remaja. Bagaimana cara Anda dalam mendidik anak? Mengapa anak-anak menjadi nakal?

Kenakalan remaja

Kenakalan anak-anak remaja seringkali menimbulkan keresahan dan kekhawatiran bagi para orang tua serta guru di sekolah. Anak-anak yang nakal menunjukkan bahwa orang tua telah gagal menjadi pendidik yang baik di rumah.

Seringkali orang tua tidak menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak di rumah. Akibatnya, anak-anak kurang perhatian dan banyak melakukan tindakan-tindakan yang meugikan orang lain.

Pendidikan di rumah yang keras seringkali menimbulkan perlawanan dan pemberontakan oleh para remaja. Kejadian seperti ini akan membuat remaja tidak merasa nyaman dan bahagia berada di rumah.

Akhirnya, remaja akan mencari kesenangan dan kenyaman di luar rumah. Mereka akan bergaul dengan lingkungan sekitar dan banyak orang, sehingga memungkinkan mereka jatuh kepada pergaulan yang buruk.

Anak-anak remaja akan mudah terpengaruh untuk minum-minuman keras, merokok, melawan orang tua dan melawan guru di sekolah. Mereka terkadang lebih emosional, agresif, suka terhadap kekerasan dan perkelahian.

Ada juga yang terlibat dalam pergaulan bebas, tindakan kriminal dan juga penggunaan obat-obatan terlarang. Tindakan-tindakan mereka terkadang di luar nalar, seperti menyukai balapan motor dan tawuran.

Penyebab kenakalan remaja

Secara umum, ada beberapa hal yang menjadi penyebab anak-anak remaja menjadi nakal. Artikel ini akan membahas dan menjelaskannya secara sederhana.

1. Penyebab kenakalan remaja pertama: Perceraian orang tua

Perceraian orang tua seringkali memberikan dampak yang kurang baik kepada remaja, karena mereka tidak siap untuk berpisah dengan salah satu orangtuanya. Hal ini akan membuat mereka mengalami kesedihan, kehilangan, kebingungan dan menjadi stres.

Biasanya proses perceraian sering disertai dengan perseteruan atau konflik di antara kedua belah pihak, sehingga membuat keluarga tidak harmonis. Keadaan seperti ini membuat mereka tidak mendapatkan perhatian dan kenyaman, tetapi justru sebaliknya.

Perpisahan kedua orang tua seringkali juga menimbulkan kebencian di antara kedua belah pihak. Dan pada akhirnya, anak-anak akan menjadi korban.

2. Kurang perhatian dan kasih sayang

Para remaja yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya kan mengalami berbagai dampak psikologis.

Tida hadirnya perhatian dan kasih sayang orang tua dapat menyebabkan pertumbuhan remaja menjadi terganggu. Mereka akan merasa cemas, kesepian, tidak merasa aman dan kurang percaya diri.

Dampak yang berbahaya adalah ketika para remaja mulai mencari perhatian dan kasih sayang dari luar rumah. Hal ini memungkinkan mereka untuk jatuh ke dalam pergaulan yang tidak baik.

Remaja yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup tidak akan memiliki hubungan emosional yang baik dengan keluarga. Seiring waktu, para remaja bisa saja melawan dan memberontak kepada kedua orang tuanya.

3. Kurangnya pengawasan

Pengawasan merupakan hal terpenting dalam mendidik anak. Ingatlah bahwa mereka belum dewasa dan belum bisa bertanggung jawab terhadap keputusan-keputusan yang mereka ambil.

Kurangnya pengawasan orang tua akan memberikan peluang kepada anak-anak untuk melakukan perbuatan yang membahayakan dirinya sendiri. Misalnya mengendarai motor dijalan raya, padahal mereka belum memiliki SIM (surat ijin mengemudi).

Kurangnya pengawasan juga akan membuat remaja malas belajar, bermain game sampai lupa waktu atau melakukan hal-hal berbahaya seperti melakukan tawuran. Mereka menjadi terbiasa dengan perbuatan yang tidak bertanggung jawab dan kurang memiliki kepedulian.

Perilaku remaja yang tidak di awasi tentu bisa membawa dampak yang kurang baik terhadap pergaulan dan kehidupan mereka.

4. Kurangnya pengetahuan orang tua

Kurangnya pengetahuan orang tua dalam mendidik remaja memang bisa menjadi penyebab kenakalan remaja. Mereka mendidik dengan cara yang lama, yakni mengalir saja tanpa ada adanya tujuan yang jelas.

Kurangnya pengetahuan menyebabkan orang tua tidak memiliki teknik atau metode yang tepat dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

Akibatnya, para orang tua mengalami kesulitan untuk mengenali dan menghadapi berbagai karakter anak-anaknya. Apalagi perkembangan teknologi dan media sosial sangat mempengaruhi sikap dan perilaku para remaja.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk menetapkan tujuan yang jela dalam mendidik anak. Hendaknya, orang tua banyak belajar mengenai model-model pendidikan anak sekarang ini.

5. Pengaruh lingkungan sekitar

Lingkungan sekitar sangat memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku anak-anak remaja. Apabila ini tidak diantisipasi sejak dini, takutnya para remaja sudah terlibat dalam pergaulan-pergaulan yang tidak baik.

Lingkungan pertama yang memberikan pengaruh adalah keluarga. Mereka adalah tempat pertama bagi anak-anak untuk bertumbuh dan belajar tentang hal-hal yang baik dan buruk.

Lingkungan keluarga akan menanamkan banyak hal, seperti kasih sayang, perhatian, kerja keras, saling menghormati dan nilai-nilai spiritual.

Jika keluarga gagal melaksanakan berfungsi maka anak-anak akan tumbuh menjadi remaja yang tidak memiliki pondasi yang baik. Akibatnya, mereka akan mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya.

Apabila mereka berada di dalam pergaluan yang buruk maka mereka akan bertumbuh dengan tidak baik, demikian juga sebaliknya.

7. Keadaan ekonomi

Keadaan ekonomi seringkali menajdi faktor gagalnya orang tua dalam memberikan pendidikan terbaik di rumah. Bagi keluarga sederhana, orang tua cenderung sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, sehingga pendidikan sering terlupakan.

Sedangkan keluarga kaya, seringkali memanjakan anak-anak dengan mencukupi segala kebutuhan mereka. Sikap seperti ini bisa menyebabkan anak-anak menjadi manja dan tidak bertanggung jawab,

Oleh karena itu, uang tidak menjamin anak-anak memiliki karakter dan akhlak yang baik. Orang tua harusnya fokus menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual serta melatih mereka untuk bertanggung jawab.

Dengan menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang baik, maka ini akan menjadi dasar yang penting dalam setiap keputusan mereka di masa yang akan datang.

8. Pengaruh media sosial dan teknologi

Media sosial seringkali memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan pergaulan anak-anak remaja. Apalagi banyak konten-konten negatif seperti kekerasan, kebencian, gambar dan video-video yang menampilkan bentuk tubuh.

Akibatnya, ada banyak anak-anak remaja yang terpapar oleh konten-konten yang negatif tersebut. Dampak yang lain adalah remaja menjadi kecanduan bermain media sosial, bahkan mereka menghabiskan waktu berjam-jam.

Tentulah hal ini memberikan dampak yang negatif kepada para remaja. Mereka menjadi malas belajar, mudah marah dan melawan ketika di tegur oleh orang tua.

Berbagai konten pornografi tersebut juga mempengaruhi anak-anak remaja terlibat dalam pergaulan bebas dan tindakan kriminal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *