Pola asuh orang tua yang efektif dan berbagai tantangannya

Pola asuh orang tua

Pola asuh orang tua memang telah mengalami banyak perubahan akibat perkembangan zaman, perubahan kehidupan sosial masyarakat dan berkeluarga. Gaya dan model orang tua dalam membesarkan anak-anak sangat berpengaruh signifikan terhadap karakter, sifat, perilaku dan cara mereka berinteraksi.

Pola asuh orang tua yang efektif sangat tergantung pada pengetahuan, pengalaman dan tingkat pendidikannya. Ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi mereka di dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Ulwan berpendapat bahwa mengasuh anak berarti bertanggung jawab dalam mendidik, memberikan disiplin dan mengajarkan tentang akhlak dan perbuatan yang terpuji (Ulwan, 2012).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online (KBBI) “Pola” dapat diartikan sebagai cara, model, sistem yang terstruktur. Sedangkan “asuh” diartikan sebagai menjaga, merawat dan melindungi anak. Jadi, pola asuh dapat diartikan sebaga cara, model atau sistem yang digunakan untuk menjaga, merawat, memberikan perhatian kepada anak-anak.

Pola asuh orang tua yang efektif

Tujuan pola asuh orang tua adalah mempersiapkan anak-anak supaya dapat bertumbuh dengan baik dan sehat. Pendapat Kohn yang di kutip oleh Habibi menjelaskan bahwa pola asuh merupakan cara dan sikap dalam membangun interaksi dan komunikasi dengan anak (Habibi, 2015).

Sikap dan cara orang tua tersebut ditunjukkan dengan melatih anak-anak untuk bertanggung jawab, memberikan disiplin dan juga hadiah. Orang tua harus menjadi model dan teladan supaya anak-anak menjadi menjadi taat dan patuh kepada mereka.

Selanjutnya orang tua juga harus memberikan perhatian dan tanggapan, sehingga ada komunikasi yang hangat di antara keduanya. Supartini juga berpendapat bahwa tujuan dari pola asuh adalah untuk mempertahankan kehidupan fisik dan menjaganya supaya tetap sehat (Supartini, 2004).

Mengasauh anak juga bertujuan memenuhi segala kebutuhan anak supaya tahap-tahap perkembangannya dapat berjalan dengan baik. Khususnya mengenai norma pekerti dan nilai-nilai agama yang diyakininya. Artinya pertumbuhan dan perkembangan tersebut tidak hanya dalam hal jasamani, tetapi juga dalam spiritual.

Pola asuh orang tua sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Di antaranya adalah faktor umur/usia orang tua, faktor pendidikan, pengalaman dan juga faktor pekerjaan. Dan yang yang paling dari itu adalah faktor kedewasaan dalam membangun rumah tangga itu sendiri. Keluarga yang harmonis akan cenderung bahagia dan mampu mengasuh dan membesarkan anak-anaknya dengan baik.

Beberapa teori dan uraian di atas mencoba untuk mendeskripsikan mengenai pentingnya pola asuh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Di sanalah nilai-nilai pekerti, norma-norma dan keyakinan agama di tanamkan sejak dini, sehingga anak-anak tumbuh dengan akhlak yang baik.

Anak-anak tidak hanya bertumbuh secara fisik, tetapi segala kebutuhan dapat terpenuhi, baik secara jasmani mapun rohani. Meskipun demikian mengasuh anak tidaklah mudah, karena membutuhkan komitmen dan tanggung jawab.

Hambatan dalam mengasuh anak

1. Faktor pekerjaan/kesibukan

Seringkali pekerjaan dan bisnis menjadi alasan orang tua tidak bisa mengasuh anak-anaknya dengan baik. Setiap hari mereka harus melakukan pekerjaannya secara penuh, yakni dari pagi sampai sore atau malah hari. Hal ini membuat energi dan perhatiannya tidak tertuju kepada anak, melainkan kepada pekerjaan.

Akibatnya, anak-anak di asuh oleh ART (asisten rumah tangga), di asuh oleh nenek atau keluaga terdekat. Orang tua tidak melaksanakan peran dan tanggung jawabnya dengan baik. Tidak heran jika nantinya seorang anak lebih taat kepada ARTnya dari pada kepada orang tuanya sendiri.

2. Kurangaannya pengetahuan dan keterampilan

Hambatan di dalam mengasuh anak juga karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan orang tua. Hal ini disebabkan oleh pengalaman dan tingkat pendidikanya yang rendah. Sehingga mereka tidak memeiliki metode dan cara yang efektif dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Karena tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan, pola asuh berjalan secara alamiah atau ala kadarnya. Orang tua kurang memperhatikan pergaulan anak-anaknya, bahkan kurang peka terhadap sikap dan perilaku anak-anaknya yang mungkin tidak baik. Bahkan orang tua tidak memberikan disiplin yang tegas ketika anak-anaknya melakukan kesalahan.

Orang tua juga kurang peka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan jasmani seperti kebutuhan gizi dan makanan yang sehat. Selaian itu, ada juga kebutuhan rohani yang berkaitan dengan budi pekerti, akhlak dan nilai-nilai spiritual yang harus ditanamkan sejak dini.

3. Perkembangan individu dan pengaruh lingkungan

Perubahan kehidupan sosial dari waktu ke waktu juga memberikan dampak terhadap gaya dan pola asuh orang tua. Dan terlebih lagi, setiap anak lahir dan bertumbuh dengan segala keunikan yang berbeda-beda. Hal ini membutuhkan respon dan keterampilan orang tua, jika tidak maka mereka akan mengalami kesulitan menghadapi tingkah laku anak-anaknya.

Belum lagi jika anak-anak yang lahir dengan kebutuhan khusus, ini akan membuat orang tua kebingungan dan kesulitan di dalam mengasuh. Belum lagi pengaruh lingkungan yang beranekaragam, sehingga memberikan dampak yang buruk kepada anak-anak.

Oleh sebab itu, setiap orang tua harus banyak belajar dan mengembangkan diri supaya memahami tahap-tahap perkembangan anak. Tujuannya adalah supaya bisa menentukan pola asuh yang tepat dan bisa menghadapi anak-anak dengan berbagai karakter yang unik.

kesimpulan: Pola asuh orang tua

Berbagai uraian mengenai pola asuh yang efektif di atas bertujuan untuk memberikan gambaran dan pengetahuan kepada para orang tua. Peran mereka sanagat penting sekali, di mana pola asuh mereka akan menentukan kehidupan anak tersebut di masa depan.

Demikian juga mengenai berbagai hambatan dalam mengasuh anak. Hambatan-hambatan tersebut memberikan gambaran bahwa membesarkan dan mengasuh anak tidaklah mudah. Ayah dan Bunda harus saling bekerjasama dan meluangkan waktu untuk fokus kepada anak-anak.

Hambatan-hambatan yang ada seharusnya membuat para orang tua peka dan mau belajar. Mereka harus mencari tahu mengenai cara dan model yang tepat dalam mengasuh dan membesarkan anak-anak, karena mereka memiliki karakter yang unik dan berbeda-beda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment