Kerja di bawah tekanan, penyebab dan cara mengatasinya

Kerja di bawah tekanan
Ilustrasi gambar tentang kerja di bawah tekanan

Kerja di bawah tekanan memang membawa dampak yang tidak baik terhadap kesehatan tubuh, tekanan kadang juga membuat seseorang mudah marah dan tersinggung.

Hal ini tidak dapat dipungkiri, mengingat tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi dan gaji yang mungkin tidak seimbang.

Karena situasi tersebut, maka ada banyak orang yang lebih memilih resign dari pada harus bekerja dengan banyak tekanan. Tekanan bisa datang dari atasan maupun karena persaingan di antara rekan kerja.

Persaingan di dalam dunia pekerjaan juga bisa dikatakan kejam dari ibu tiri, karena bisa saja saling menjatuhkan, menjelekkan dan juga saling menerkam.

Apalagi jika berada di perusahaan yang besar dan banyak ada posisi yang subur. Pastilah akan menimbulkan banyak persaingan yang tidak sehat, segala macam cara biasanya digunakan.

Kerja di bawah tekanan

Setiap orang pernah merasakan bosan dan jenuh karena berada dilingkungan dan tempat yang tidak nyaman, terutama ketika bekerja.

Bos yang galak dan lingkungan kerja yang tidak sehat juga bisa membuat seseorang menjadi tertekan. Dan tentulah suasana seperti ini akan menimbulkan perasaan yan tidak tenang.

kerja di bawah tekanan seharusnya tidaklah terjadi, karena masing-masing pribadi bisa mengontrol dirinya berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya.

Meskipun demikian, tuntutan kerja yang tinggi dan persoalan-persoalan yang ada terkadang membuat seseorang menjadi tertekan dan sakit. Bahkan ada yang sampai depresi.

Akibatnya seseorang akan terus tertekan dan mengalami depresi. Oleh sebab itu, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghadapi berbagai tekanan yang datang.

1. Membersihkan hati dan pikiran

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk menghadapi tekanan adalah dengan membersihkan hati dan pikiran-pikiran yang tidak baik.

Selalu awali dan akhiri dengan berdoa ketika datang dan pulang bekerja. Jika ada sesuatu yang tidak beres tentang pekerjaan maka berkomunikasilah dengan atasan atau rekan kerja Anda.

Dengan adanya komunikasi yang baik tentu akan membuat suasana pekerjaan menjadi tenang dan nyaman. Apabila kurang memahami mengenai tugas dan pekerjaan Anda, maka bertanyalah dengan baik-baik.

Bekerjalah dengan baik dan jangan melakukan kesalahan, karena kesalahan yang dilakukan berulang-ulang akan membuat atasan menjadi marah.

Cobalah untuk selalu berpikir positif dan selalu memiliki hati yang bersih, sehingga jika ada atasan yang marah Anda tidak terluka dan sakit hati. Sikap seperti ini akan integritas dan menunjukkan kedewasaan seseorang.

2. Sabar dalam menghadapi segala sesuatu

Sabar adalah kunci dari keberhasilan, karena orang yang tekun dan sabar akan memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses.

Belajarlah untuk mengenal lingkungan dan situasi di tempat kerja Anda dan belajarlah untuk memahami masing-masing karakter yang ada.

Dengan memahami lingkungan tempat kerja maka akan membuat Anda lebih sabar dan bisa menempatkan diri dengan benar di berbagai situasi. Ingatlah bahwa musuh terbesar adalah diri sendiri, yakni melawan keegoisan.

Oleh sebab itu, belajarlah untuk selalu sabar dan rendah hati. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah kejahatan dengan kebaikan.

3. Pelajari penyebabnya

Cara mengatasi kerja di bawah tekanan yang ketiga adalah dengan mempelajari penyebabnya. Cobalah merenung dan mempelajari mengapa kita sering mengalami tekanan.

Apakah ada sesuatu yang salah di dalam diri kita? Pertama-tama carilah dahulu penyebab utama mengapa Anda tertekan.

Langkah selanjutnya, pelajari dengan seksama lingkungan anda bekerja. Apakah suasana dan situasi di sekitar anda benar-benar tidak sehat atau beban pekerjaan anda terlalu berat.

4. Kerja di bawah tekanan: mengambil sikap dan keputusan

Jika tekanan tersebut dikarenakan sikap atasan atau rekan kerja maka ujilah diri Anda sendiri terlebih dahulu. Jika tidak mampu menghadapi tekanan itu, maka tentukan sikap.

Renungkanlah dan berdoalah terlebih dahulu supaya bisa mengambil sikap yang tepat. Apakah anda akan tetap bekerja di tempat itu atau memutuskan untuk resign.

Apabila sudah memiliki keputusan yang benar-benar matang, maka tentukanlah sikap. Apabila anda benar-benar tertekan maka ada baiknya keluar dan mencari pekerjaan yang lain.

Jika anda terus mengalami banyak tekanan dan tidak mampu mengatasinya maka Anda akan sakit. Jika tekanan itu terlalu berat maka anda juga bisa mengalami depresi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *